Hanya Punya Sebelah Paru-paru, Bocah 12 Tahun 'The Hurricane' Mengamuk Jadi Raja BMX dan Pahlawan Kemanusiaan

BMX RACING ID — Arena balap sepeda BMX kerap diidentikkan dengan kecepatan tinggi, adrenaline, dan ketahanan fisik yang luar biasa. Namun, bagi Alex Hutton, atlet BMX berusia 12…
BMX RACING ID — Arena balap sepeda BMX kerap diidentikkan dengan kecepatan tinggi, adrenaline, dan ketahanan fisik yang luar biasa. Namun, bagi Alex Hutton, atlet BMX berusia 12 tahun yang dijuluki ‘The Hurricane’, setiap kayuhan pedal di lintasan bukan sekadar soal mengejar garis finis, melainkan bukti kemenangan atas keterbatasan fisiknya. Siswa asal Greater Victoria ini telah bergelut di dunia balap BMX selama lima tahun terakhir. Peringkatnya terus melesat, berderet kemenangan berhasil diraih, dan ia menikmati setiap detik persaingan sengit di atas trek. "Perasaan saat berada di lintasan dan berpacu bahu-membahu dengan pebalap lain sungguh luar biasa," ungkap Alex bangga. Tak hanya menggejot kecepatan di lapangan, Alex juga 'menginjak gas dalam-dalam' dalam aksi sosial. Ia berhasil mengumpulkan dana ribuan dolar untuk rumah sakit anak BC Children’s Hospital melalui program Race for Life yang digagas BMX Canada. Berjuang Hidup Sejak Usia 6 Pekan Kisah sukses Alex sejatinya berdiri di atas perjuangan hidup yang tidak mudah. Saat baru berusia enam pekan, Alex didiagnosis mengidap penyakit paru-paru langka. Ia harus dievakuasi menggunakan helikopter (airlifted) ke BC Children’s Hospital untuk menjalani operasi penyelamatan nyawa. "Penyakit itu membuat sebagian paru-paru kanannya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dokter harus memotong bagian tersebut, sehingga Alex hanya hidup dengan dua pertiga dari kapasitas paru-paru kanannya," terang sang ayah, Shawn Hutton. Dengan kondisi kapasitas paru-paru yang jauh berkurang, keluarga Hutton awalnya tak pernah membayangkan Alex bisa terjun ke olahraga berintensitas tinggi seperti BMX. Dokter yang menanganinya pun sempat ragu mengenai sejauh mana Alex bisa beraktivitas fisik di masa depan. Namun, bocah tangguh ini mematahkan semua vonis medis. "Dia membuktikan bahwa keterbatasan itu bisa dilawan. Saat ini dia bersaing ketat dengan pebalap teratas di British Columbia (B.C.), dan dia memasang target yang jauh lebih besar ke depan," tambah Shawn. Pahlawan Penggalangan Dana Terbaik Perjuangan pantang menyerah Alex terbukti nyata pada kampanye Race for Life tahun lalu. Ia berhasil mengumpulkan dana lebih dari 6.000 dolar AS (sekitar Rp97 juta) untuk BC Children’s Hospital. Pencapaian fantastis itu mengantarkannya meraih gelar sebagai penggalang dana tertinggi (top fundraiser) di seluruh provinsi. Tahun ini, kampanye Race for Life kembali bergulir hingga September. Aksi Alex turut memantik kepedulian komunitas lokal. Cherish at Central Park bahkan berkomitmen melipatgandakan setiap donasi yang masuk hingga batas 2.500 dolar AS. "Saya ingin mendukung Alex karena komunitas sangat penting bagi kami. Alex mewakili sosok terbaik dari kita semua. Dia bekerja keras, berjuang gigih, dan dia anak yang luar biasa," puji Micky Fleming, co-owner Cherish at Central Park. Bagi Alex, mengayuh pedal demi tujuan mulia memberikan kepuasan mendalam yang tak ternilai harganya. Ia bahagia bisa membantu anak-anak yang sedang sakit sambil terus menekuni hobinya. "Ini membuat saya merasa bangga pada diri sendiri dan sangat bahagia karena bisa mendapatkan banyak teman baru selama melakukan hal ini," tutur sang 'Badai' kecil penuh haru.***