Lazer Ruud, Fenomena BMX Berusia 14 Tahun, Bidik Olimpiade 2032 Usai Tembus Kompetisi Internasional di Australia

BMX RACIG ID – Dunia balap BMX di Australia khususnyam sedang dihebohkan oleh kemunculan bintang muda berbakat, Lazer Ruud. Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, remaja asal Kennewick ini […]
BMX RACIG ID – Dunia balap BMX di Australia khususnyam sedang dihebohkan oleh kemunculan bintang muda berbakat, Lazer Ruud. Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, remaja asal Kennewick ini telah menunjukkan dedikasi luar biasa yang membawanya melenggang ke kancah internasional.
Kecintaan Lazer pada sepeda bukanlah hal baru. Ia sudah mulai mengayuh pedal sejak 10 tahun lalu. Bahkan, saat masih duduk di bangku TK, Lazer terbiasa menempuh perjalanan sejauh 32 kilometer (20 mil) bersepeda bersama sang kakek.
Namun, ia baru mulai menekuni dunia balap secara serius pada usia 11 atau 12 tahun. Sejak saat itu, Lazer tercatat telah mengikuti lebih dari 100 perlombaan dan terus mengukir prestasi.
Menuju Brisbane: Fokus dan Disiplin Tinggi
Prestasi terbaru Lazer di Florida telah mengamankan tiket emas baginya untuk berlaga di kompetisi internasional di Brisbane, Australia, pada Juli mendatang. Menghadapi tekanan besar, Lazer tetap tenang dengan menjaga rutinitasnya.
“Saya mencoba menjaga semuanya tetap sama, tetap pada rutinitas… Saya tidak terlalu merasa stres,” ungkap Lazer mengenai persiapannya dikutip dari NonStopLOCAL.
Kedisiplinan Lazer tidak main-main. Di tengah kewajiban sekolahnya, ia menghabiskan waktu 40 jam sepekan untuk berlatih.
Baginya, kunci kesuksesan adalah kerja keras yang dibarengi dengan rasa bahagia.
“Jika kamu ingin melakukannya, dorong dirimu dan lakukan hal-hal yang tidak ingin kamu lakukan setiap hari. Intinya adalah berusaha menjadi yang terbaik. Tapi jika kamu tidak bersenang-senang, maka tidak ada gunanya,” tambahnya.
Dukungan Keluarga dan Mimpi Olimpiade 2032
Sang ayah, Archie, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Selain kemampuan balapnya yang memukau, Archie menyebut putranya memiliki empati yang tinggi terhadap sesama pembalap muda.
“Dia punya hati yang besar… dia selalu membantu anak-anak lain,” ujar Archie. Terkait persaingan di lintasan, Archie mengaku selalu antusias, “Sangat mendebarkan. Anda bersorak seperti orang tua lainnya, tetapi saat dia berhasil menang, rasanya benar-benar luar biasa.”
Kini, Lazer dan sang ayah telah menetapkan target besar dalam radar mereka: Olimpiade 2032. Sambil terus mengejar mimpi tersebut, mereka berkomitmen untuk menikmati setiap langkah dalam perjalanan karier Lazer.***