Skip to main content
    BACK TO JOURNAL
    Results

    Ngeri! Juara Dunia 12 Tahun Ini Alami 3 Kali Gegar Otak, Siap Tantang Maut Lagi di Piala Dunia BMX 2026 di Brisbane

    2026-06-18/// 3 MIN READ
    Ngeri! Juara Dunia 12 Tahun Ini Alami 3 Kali Gegar Otak, Siap Tantang Maut Lagi di Piala Dunia BMX 2026 di Brisbane

    BMX RACING ID – Juara dunia BMX berusia 12, Matatini Hill, sedang bersiap untuk kembali berpacu melawan para pembalap terbaik dunia bulan depan. Pembalap asal Selandia Baru ini dijadwalkan mempertahankan […]

    BMX RACING ID – Juara dunia BMX berusia 12, Matatini Hill, sedang bersiap untuk kembali berpacu melawan para pembalap terbaik dunia bulan depan.

    Pembalap asal Selandia Baru ini dijadwalkan mempertahankan gelar juara di kelompok usianya pada Kejuaraan Dunia Balap BMX UCI 2026 ( UCI BMX Racing World Championships ) di Brisbane pada 17-25 Juli.

    Bocah keturunan suku Ngāpuhi ini dengan cepat menjelma sebagai salah satu bakat muda BMX paling bersinar di Aotearoa (Selandia Baru). Ia sukses meraih peringkat satu dunia di kelompok usianya serta mencuri perhatian berkat kecepatan, ketenangan, dan konsistensinya di atas lintasan.

    Hill, yang sudah mulai membalap sejak usia lima tahun, mengaku bahwa ambisinya melangkah jauh melampaui kompetisi tingkat junior.

    Ketika ditanya apa yang ingin ia lakukan saat beranjak dewasa nanti, jawabannya sangat sederhana: “Memenangkan Olimpiade.”

    Dorongan kuat itulah yang telah membawanya ke puncak tertinggi di kelompok usianya pada panggung dunia.

    Pada Kejuaraan Dunia Balap BMX UCI tahun lalu di Kopenhagen, ia berhasil menyabet gelar juara dunia di kelompok usianya, menumbangkan para pembalap dari Jepang, Republik Ceko, Amerika Serikat, dan negara-negara lainnya.

    Ayah sang pembalap, Lennie Hill, mengaku sangat emosional dan bangga melihat putranya meraih sesuatu yang sangat jarang dicapai oleh pembalap muda keturunan Māori di panggung internasional.

    “Juara pertama di Kopenhagen. Pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak. Saya sangat bangga. Dia sempat melambat, lalu saya bertanya, ‘Kenapa kamu melambat?’ Dia menjawab, ‘Aku tidak ingin membuat kesalahan, Pāpā.'”

    Bahaya Balap BMX

    Balap BMX memang mengalami lonjakan popularitas yang masif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, olahraga ini tetap menjadi disiplin yang berisiko sangat tinggi, di mana para pembalap menghadapi bahaya besar setiap kali mereka bersiap di gerbang start.

    Cedera yang biasa terjadi meliputi gegar otak, cedera kepala lainnya, dan patah tulang. Penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menemukan bahwa BMX memiliki salah satu tingkat cedera tertinggi di antara seluruh disiplin olahraga sepeda, dengan kasus patah tulang, luka robek, dan luka lecet sebagai cedera yang paling sering dijumpai.

    Bagi Matatini, bahaya dari olahraga ini tidak pernah lepas dari pikirannya. Meski usianya masih sangat muda, ia sudah menderita beberapa kali cedera serius, termasuk tiga kali mengalami gegar otak.

    “Terkadang lintasannya terlalu bergelombang, dan terkadang saya bisa tergelincir begitu saja. Tapi ya, saya pastinya merasa takut setiap kali membalap.”

    Lennie menegaskan bahwa menjaga keselamatan putranya tetap menjadi prioritas utama yang konstan. Ia mengatakan harus ada seseorang yang menerapkan aturan keras demi keselamatan karena besarnya risiko dalam olahraga ini.

    “Harus ada yang menjadi pengawas yang tegas; mereka harus benar-benar disiplin karena ini adalah olahraga yang sangat berbahaya. Ini adalah olahraga paling berbahaya ketiga di Olimpiade.”

    “Jika Anda terjatuh dari sepeda di seri profesional, Anda akan terpelanting dalam kecepatan 60 km/jam seperti menabrak dinding bata.”

    Mempertahankan Gelar Juara Dunia di Brisbane

    Bulan depan, para pembalap BMX terbaik dunia akan berkumpul di Brisbane untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Balap BMX UCI 2026, di mana gelar juara akan diperebutkan di kategori elite , junior, dan kelompok usia.

    Lebih dari 3.000 peserta diperkirakan akan saling adu kecepatan di lintasan BMX Brisbane sepanjang 400 meter selama kejuaraan berlangsung pada bulan Juli nanti.

    Bagi Hill, di mana pun tempatnya atau sebesar apa pun tekanannya, pendekatan yang ia lakukan tetap sama.

    “Ketika saya memimpin di depan pada balapan-balapan besar, saya hanya ingin membawanya dengan santai, tetapi juga tetap menjaga posisi terdepan.”***

    Sumber: TE AO Racing News