• Shop
  • About
  • Contact

Saya Sakakibara Targetkan Rainbow Jersey di Tanah Kelahirannya, Brisbane, Juli 2026

blank
Saya Sakakibara, ingin merasakan gelar tertinggi di negeri sendiri. Foto: IG @sayasakibara


BMX RACING ID
– Pas Saya Sakakibara menyabet medali emas Olimpiade di Paris, dia benar-benar ada di puncak dunia. Rider BMX ini berhasil mewujudkan mimpinya: finis nomor satu, mengambil bendera Australia, dan—sambil menahan air mata haru—mengangkatnya tinggi-tinggi dengan penuh kebanggaan.

Masuk ke tahun 2026, lemari trofi Sakakibara sebenarnya sudah hampir penuh. Di usia 26 tahun, dia adalah juara Olimpiade, jawara UCI World Cup tiga kali berturut-turut, dan juara nasional kelas elit.

Tapi, ada satu gelar bergengsi yang masih lolos dari genggaman sang superstar—gelar yang bisa saja ia dapatkan di rumahnya sendiri.

Sampai belum lama ini, rekor Sakakibara di Kejuaraan Dunia UCI (World Champs) cuma mentok di istilah “nyaris juara”. Medali perak di level junior memang membuktikan bakatnya, tapi hasil selanjutnya yang cuma finis ke-6, ke-7, ke-4, dan ke-8 di kelas elit menunjukkan kalau dia selalu ada di barisan depan, tapi potensi aslinya belum benar-benar meledak.

Nah, setelah Kejuaraan Dunia tahun lalu di Kopenhagen, Sakakibara sepertinya sudah berhasil buang sial. Medali perak pertamanya di level elit seolah menegaskan kalau sang juara Olimpiade ini memang punya segalanya untuk memakai rainbow jersey (jersey pelangi) suatu saat nanti.

Momen itu bisa saja terjadi pada 19 Juli 2026, saat final Kejuaraan Dunia BMX Racing UCI digelar di Brisbane, Queensland.

Sakakibara bilang dia bakal all inbuat mempersiapkan diri demi kesempatan langka juara di tanah Australia. Bulan lalu, UCI sudah merilis jadwal sementara dan kuota kualifikasi, yang mengonfirmasi kalau Sakakibara otomatis lolos sebagai salah satu dari delapan rider top dunia.

Tahun lalu, Sakakibara pindah dari New South Wales ke Gold Coast, yang cuma berjarak pendek dari Brisbane SX International BMX Centre. Sambil nunggu tribun stadion selesai dibangun, Sakakibara sudah mulai membayangkan tribun itu penuh sesak dengan suporter tim “hijau-emas” Australia.

“Bisa balapan di Kejuaraan Dunia di rumah sendiri itu kesempatan sekali seumur hidup,” kata Sakakibara. “Buat saya, balapan ini sama pentingnya dengan Paris 2024, dan saya bakal TOTALITAS buat persiapan terbaik.”

“Bisa menang gelar Juara Dunia di depan publik sendiri bakal… aduh, saya sampai nggak bisa berkata-kata. Itu bakal berarti segalanya buat saya.”

Setelah merilis memoarnya akhir tahun lalu, hari Minggu di bulan Juli nanti bakal jadi kesempatan Sakakibara buat menulis bab luar biasa lainnya dalam kariernya yang gokil.***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *